Selasa, 09 Desember 2008

Kolaborasi Institusi Pendidikan Tinggi Keperawatan dan Institusi Pelayanan Kesehatan, sejauhmana ya...

Saat ini ditengarai begitu banyak institusi pendidikan keperawatan yang membutuhkan rumah sakit sebagai media pembelajaran praktik klinik keperawatan. Bila Saudara datang ke rumah sakit utama di kota Semarang, maka begitu banyak mahasiswa yang sedang mengikuti proses pembelajaran di ruang rawat rumah sakit dengan jenjang pendidikan mulai dari D-III Keperawatan hingga mahasiswa program profesi Ners.

Bila kita cermati dengan seksama esensi kampanye Patient Safety sat ini sangat bagus bagi kepentingan pasien & keluarganya sebagai konsumen eksternal. Perawat juga mendapatkan kenyamanan dan keamanan selama belajar dan atau bekerja membantu perawatan pada klien & keluarganya. Salah satu aspek patient safety adalah INOS (Infeksi Nosokomial). Angka kejadian INOS telah lama menjdi salah satu indikator mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Kedua konteks diatas memberikan kita sebuah perenungan, apakah aspek pengendalian jumlah praktikan di rumah sakit perlu dibicarakan secara serius dan dibuat sebuah sistem yang tegas dalam upaya mempertahankan patient safety sebagai bagian dari pelayanan bagi masyarakat yang bermutu dan berkelas dunia, amin.

Matematika telah mengajarkan pada kita bahwa bila jumlah institusi pendidikan tinggi keperawatan di sebuah kota besar sejumlah 50 buah dan tiap institusi mendidik sekurangnya 60 mahasiswa, maka bila masa praktik klinik keperawatan relatif sama akan muncul di RS tertentu sebanyak 3000 mahasiswa yang mungkin jauh lebih banyak dibanding jumlah pasiennya ! wow !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar